Thursday, April 16, 2009

Rano Karno Bikin Gita Cinta

SEBAGAI kota pelajar dan kota budaya, Yogyakarta, memang miliki kekhasan sendiri. Karena banyak dihuni pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, Yogyakarta juga sering disebut sebagai ''Indonesia mini''.

Meski zaman sudah modern dan maju pesat, pelajar di kota itu masih menggunakan sepeda onthel setiap pergi sekolah. Walaupun begitu, pola pikir mereka tetap mengikuti arus zaman. Buktinya, pelajar dan mahasiswa di kota tersebut tidak pernah ketinggalan zaman, baik dalam pola berpikir maupun dalam hal percintaan.

Barangkali, alasan itulah, pembuatan sinetron Gita Cinta dari SMA seluruhnya mengambil setting di Yogyakarta. Film yang pernah naik daun pada 1980-an tersebut, digarap Karno's Film dalam bentuk sinetron 13 episode dengan menelan biaya sekitar Rp 6 miliar.

Kota Gudeg itu, juga lengket dengan unsur budaya. Cerita-cerita legenda, banyak lahir dari daerah tersebut dan sekitarnya. Maka, tak heran pula jika sekarang ini di daerah itu juga berlangsung syuting Dendam Nyi Pelet, sebuah cerita yang diangkat dari cerita rakyat tentang Nyai Roro Kidul.

''Pada episode yang keempat ini, kami sengaja mengambil gambar di kawasan objek wisata yang ada di Yogyakarta. Karena pada episode kali ini Nyi Pelet bergabung dengan Nyi Blorong, maka suasananya kami sesuaikan dengan asal cerita Nyi Blorong,'' kata Sutradara Dendam Nyi Pelet 4 Ackyl Anwari, didampingi pimpinan produksi, Wawan Alwi kepada wartawan di Yogyakarta, kemarin.

Paling Pas

Sinetron Gita Cinta dari SMA yang diangkat dari novel Eddy D Iskandar itu, didukung oleh artis-artis top, seperti Rano Karno, Iga Mawarni, dan Mien Brodjo. Tokoh Galih diperankan GRM Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara (27), dan Ratna diperankan pendatang baru, Ratna Galih Primakusuma (21).

Pengambilan gambar sinetron itu dimulai Minggu (26/1) lalu, dengan diawali acara syukuran di Ballroom Hotel Santika. Hadir pada kesempatan tersebut sutradara Ida Baron, produser Rano Karno, dan sejumlah pendukung lain.

Pimpinan proyek, H Nana Suryana, mengatakan, Kota Gudeg itu paling pas untuk setting pelajar dan remaja di Indonesia. Itulah sebabnya, pengambilan gambar seluruhnya dilakukan di kota tersebut.

Sinetron yang diperkirakan memakan waktu 90 hari itu, antara lain mengambil gambar di rumah GBPH Prabukusumo, Kotagede, Plengkung Mijilan, kawasan Jeron Beteng, Malioboro, SMUN 3, B dan Keraton Yogyakarta.

Dalam sinetron itu, Iga Mawarni berperan sebagai ibu Galih; sedangkan Rano Karno sebagai orang tuanya Ratna. Sementara itu tokoh Teater Alam, Azwar AN memerankan sebagai Kepala Sekolah SMUN 3, tempat Ratna dan Galih menjalani kisah kasih cintanya.

Sinetron tersebut, berkisah tentang perjalanan cinta Galih dan Ratna sebagai dua pelajar yang sedang dimabuk cinta. Ratna anak orang kaya yang lama tinggal di Eropa, sementara Galih seorang pelajar biasa dan sederhana, namun berotak cerdas. Perjalanan cinta sepasang remaja itu tidak berjalan mulus; banyak suka dan duka yang harus diceritakan.

Pemuja Setan

Sementara itu Nyi Pelet, wanita pemuja setan yang suka menggoda lelaki dan menebar bencana, kembali mencoba menyebar keangkaramurkaannya di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Kemolekan Nyi Pelet, sering membuat para lelaki bertekuk lutut; namun setelah tahu bahwa wanita cantik itu ganas dan kejam, para lelaki pun lari terbirit-birit.

Keganasan wanita pemuja setan itu semakin menjadi, setelah bertemu dan bersatu dengan Nyi Blorong, putri Ratu Pantai Selatan (Nyai Roro Kidul). Maka wajar, bila kekejaman dan keganasannya itu membuat banyak orang takut bertemu dengan dua siluman jahat tersebut.

Kejahatan yang ditebar dua wanita itu, tampak jelas pada pengambilan gambar atau syuting Dendam Nyi Pelet 4 dalam episode ''Pusaka Nyi Blorong'' yang dilakukan sejak Senin (27/1) lalu, di kawasan objek wisata Yogyakarta, seperti Pantai Parangtritis, Pantai Kukup, Krakal, Parangkusumo, Tamansari, Candi Barong, Candi Sewu, Keraton Boko, dan seputar Candi Prambanan. Kegiatan syuting itu, akan rampung minggu depan.

Dibanding episode sebelumnya, cerita ''Pusaka Nyi Blorong'' lebih menarik dan seru. Karena dalam cerita itu, Nyi Blorong mempunyai tujuan yang sama dan bersatu dengan Nyi Pelet sebagai seorang wanita pemuja setan.

''Terus terang, dalam cerita kali ini, selain ingin memberikan sesuatu cerita yang baik dan bermutu, kami juga ingin mengangkat kembali budaya tradisional Tari Lengger yang kini sudah hilang dalam ingatan kita,'' kata Ackyl Anwari.

Yang menarik dalam serial Nyi Pelet itu, sutradara maupun pihak produser masih tetap berpegangan pada budaya tradisonal Jawa. Meski diangkat dari cerita fiktif maupun cerita legenda, namun pihak PT Indosiar Visual Mandiri selaku produser tetap tidak mau meninggalkan pakem-pakem yang sudah ada.

Semua itu dilakukan setelah memperhatikan berbagai masukan dari berbagai pihak, termasuk sutradara, pemain, dan para pendukung lakon tersebut.

Semua itu dilakukan untuk berpacu dengan ''pesaing'', yakni Genta Buana Pitaloka yang kaya dengan seting-seting mewah dan permanen

I Love You in 100 Languages

English - I love you
Afrikaans - Ek het jou lief
Albanian - Te dua
Arabic - Ana behibak (to male)
Arabic - Ana behibek (to female)
Armenian - Yes kez sirumem
Bambara - M'bi fe
Bengali - Ami tomake bhalobashi (pronounced: Amee toe-ma-kee bhalo-bashee)
Belarusian - Ya tabe kahayu
Bisaya - Nahigugma ako kanimo
Bulgarian - Obicham te
Cambodian - Soro lahn nhee ah
Catalan - T'estimo
Cherokee - Tsi ge yu i
Cheyenne - Ne mohotatse
Chichewa - Ndimakukonda
Chinese
Cantonese - Ngo oiy ney a
Mandarin - Wo ai ni
Comanche - U kamakutu nu
(pronounced oo----ka-ma-koo-too-----nu) -- Thx Tony
Corsican - Ti tengu caru (to male)
Cree - Kisakihitin
Creol - Mi aime jou
Croatian - Volim te
Czech - Miluji te
Danish - Jeg Elsker Dig
Dutch - Ik hou van jou
Elvish - Amin mela lle (from The Lord of The Rings, by J.R.R. Tolkien)
Esperanto - Mi amas vin
Estonian - Ma armastan sind
Ethiopian - Afgreki'
Faroese - Eg elski teg
Farsi - Doset daram
Filipino - Mahal kita
Finnish - Mina rakastan sinua
French - Je t'aime, Je t'adore
Frisian - Ik hald fan dy
Gaelic - Ta gra agam ort
Georgian - Mikvarhar
German - Ich liebe dich
Greek - S'agapo
Gujarati - Hoo thunay prem karoo choo
Hiligaynon - Palangga ko ikaw
Hawaiian - Aloha Au Ia`oe
Hebrew
To female - "ani ohev otach" (said by male) "ohevet Otach" (said by female)
To male - "ani ohev otcha" (said by male) "Ohevet ot'cha" (said by female)
Hiligaynon - Guina higugma ko ikaw
Hindi - Hum Tumhe Pyar Karte hae
Hmong - Kuv hlub koj
Hopi - Nu' umi unangwa'ta
Hungarian - Szeretlek
Icelandic - Eg elska tig
Ilonggo - Palangga ko ikaw
Indonesian - Saya cinta padamu
Inuit - Negligevapse
Irish - Taim i' ngra leat
Italian - Ti amo
Japanese - Aishiteru or Anata ga daisuki desu
Kannada - Naanu ninna preetisuttene
Kapampangan - Kaluguran daka
Kiswahili - Nakupenda
Konkani - Tu magel moga cho
Korean - Sarang Heyo or Nanun tangshinul sarang hamnida
Latin - Te amo
Latvian - Es tevi miilu
Lebanese - Bahibak
Lithuanian - Tave myliu
Luxembourgeois - Ech hun dech gaer
Macedonian - Te Sakam
Malay - Saya cintakan mu / Aku cinta padamu
Malayalam - Njan Ninne Premikunnu
Maltese - Inhobbok
Marathi - Me tula prem karto
Mohawk - Kanbhik
Moroccan - Ana moajaba bik
Nahuatl - Ni mits neki
Navaho - Ayor anosh'ni
Ndebele - Niyakutanda
Norwegian
Bokmaal - Jeg elsker deg
Nyonrsk - Eg elskar deg
Pandacan - Syota na kita!!
Pangasinan - Inaru Taka
Papiamento - Mi ta stimabo
Persian - Doo-set daaram
Pig Latin - Iay ovlay ouyay
Polish - Kocham Ciebie
Portuguese - Eu te amo
Romanian - Te iubesc
Russian - Ya tebya liubliu
Scot Gaelic - Tha gra\dh agam ort
Serbian - Volim te
Setswana - Ke a go rata
Sign Language - ,\,,/ (represents position of fingers when signing 'I Love You')
Sindhi - Maa tokhe pyar kendo ahyan
Sioux - Techihhila
Slovak - Lu`bim ta
Slovenian - Ljubim te
Spanish - Te quiero / Te amo
Swahili - Ninapenda wewe
Swedish - Jag alskar dig
Swiss-German - Ich lieb Di
Surinam - Mi lobi joe
Tagalog - Mahal kita
Taiwanese - Wa ga ei li
Tahitian - Ua Here Vau Ia Oe
Tamil - Nan unnai kathalikaraen
Telugu - Nenu ninnu premistunnanu
Thai
To female - Phom rak khun
To male - Chan rak khun
Informal - Rak te
Tunisian - Ha eh bak
Turkish - Seni Seviyorum
Ukrainian - Ya tebe kahayu
Urdu - mai aap say pyaar karta hoo
Vietnamese
To female - Anh ye^u em
To male - Em ye^u anh
Welsh - 'Rwy'n dy garu di
Yiddish - Ikh hob dikh
Yoruba - Mo ni fe
Zazi - Ezhele hezdege
Zuni - Tom ho' ichema

The Meaning of Love

The True Meaning of Love is a slow kiss goodnight.
It's waiting in anticipation.

It is flirting outrageously and still remembering that the person at your side is not obligated to do anything.
It's respect.

It is is an imperfection in yourself not bothering you.
It's acceptance.

It is passing up an opportunity because the time isn't right yet.
It's patience.

It is a back massage that starts above the hairline and ends around the insoles.
It's exploration.

It is not having to say "Let's make love," because you know what the other person wants.
It's understanding.

It is being given an honest chance to say no when you thought you were committed.
It's consideration.

It is both of you remembering protection.
It's responsibility.

It is saying the perfect phrase to make a solemn embrace dissolve into giggles.
It's humor.

It is being told "Stop and I'll kill you".
It's desire.

It is reviewing the damage to your living room and realizing personal effects are strewn in a clockwise pattern from the front door to the bedroom.
It's abandonment.

It is seeing what your lover really looks like for the first time.
It's truth.

It is knowing what time it is and not caring.
It's joy.

It is the arms around you tightening their embrace.
It's ecstasy.

It is seeing a new side of a person you thought you knew.
It's renewal.

It is telling a person if you have to leave, you will let them sleep, and being told they would rather be woken.
It's tenderness.

It is waking up to find the subject of the dream you were having asleep on your shoulder.
It's where fantasy meets reality.

It is is being there to wake your lover. Slowly.
It's sensuousness.

It is is belatedly knowing why you bothered to buy a queen-sized bed three years ago.
It's practicality.

It is two people only taking up a third of a queen-sized bed.
It's closeness.

It is knowing you gave the extra set of keys to your apartment to the right person.
It's trust.

It is saying good-bye and knowing you will be back by mutual consent.
It's faith.

It is stretching your arms and discovering the real meaning of the word "sore".
It's a lesson in human frailty.

It is opening your medicine cabinet and finding your tube of toothpaste turned into a pretzel.
It's adaptation.

It is sitting at the window, looking out and remembering who you were with the night before.
It's reflection.

It is hearing the weather forecast for a winter storm and wishing you could spend it in bed with your lover.
It's loneliness.

It is stories that will never be told.
It's personal.

Love is Music and You!